Sunday, August 26, 2012

MENEMUKAN KELUARGA DALAM KELUARGA



Sore tadi, 23 Agustus 2012, menjelang senja yang menunggu kumandang adzan magrib di malam Jumat. Tak seperti biasa, kebetulan entah mengapa hari ini ingin pulang lebih awal. Twit terakhir menyisakan tulisan yang menyatakan keadaan tersebut, entah kapan terakhir saya pulang ke rumah ini ketika matahari masih berada di bagian langit. Seringkali saya datang ke rumah dengan mengetuk pintu dan membangunkan sepupu yang tertidur pulas atau pulang paginya saja untuk mandi dan makan sebentar lalu lepaslah lagi menemui sahabat dan menemui momen hangat ketika bertemu dengan mereka.


Di sore yang biasa-biasa saja itu, saya dan sepupu saya yang jauh lebih tua sedang berbincang mengenai sesuatu. Sampai pada cerita yang membuat saya tertegun ketika beliau menceritakan bahwa anak bungsunya yang seorang manager bank swasta baru-baru ini menangis saat menemui bahwa kakak sulungnya hidup dalam keadaan kurang layak dan tinggal di rumah yang bak sebuah gubuk. Mereka adalah sodara yang baik, tidak pernah ada masalah dan tidak ada kendala apapun bagi mereka untuk tidak bisa berbagi, namun perbedaan yang terlalu jauh ini membuat saya khawatir tentang masa depan saya dengan sodara-sodara saya lainnya nanti di masa mendatang.

Sang adik yang memiliki karir cemerlang dan begitu royal ternyata menemui bahwa sodara kandungnya sendiri berada dalam keadaan yang justru seharusnya tidak demikian. Gajih besar, punya motor gede, fasilitas rumah lengkap, menikah dengan anak pengusaha dan dirayakan dengan mewah tanpa pernah sebelumnya memikirkan kakaknya mengadu nasib memanen karet 4-5 kg saja per minggu untuk membiayai hidup anak istrinya. Hubungan mereka baik-baik saja, namun di manakah sesuatu yang membuat kesenjangan ini terjadi? Ada sesuatu yang hilang di sana yang mungkin kebanyakan orang alami. Saya yakin kita pernah mendengar cerita tentang pengusaha sukses atau seorang publik figur atau apapun mereka yang mencapai kesuksesan namun kita temui keluarganya dalam keadaan biasa-biasa saja, sodaranya tidak menjadi apa-apa dan seolah menjadi bagian pahit yang ingin dilupakan atau ditutup-tutupi.

Bagi saya yang memiliki banyak sodara, memikirkan hal ini adalah sangat penting artinya. Saya masih punya 9 sodara lainnya yang entah nanti kami menjadi siapa dan memiliki hubungan seperti apa. Sama seperti yang lain, saya pikir kita tidak mau memilih antara melupakan sodara kita atau menutup-nutupi keadaan mereka sementara kita bergelimang mewah, atau malah sebaliknya kita menjadi bagian yang dilupakan dan ditutup-tutupi. Dan menjadi maju bersama adalah pilihan yang jauh lebih indah, bukan?

Kemudian bagaimana bisa hal ini terjadi? Coba kita pikir kembali seberapa sering kita mentraktir makan teman kita dalam suasana yang bersahaja dibanding makan dengan kakak atau adik kita meski hanya di sebuah warteg sederhana? Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk menceritakan kehidupan kita dengan teman dibandingkan dengan kakak kita yang mungkin saja Ia bisa memberi nasehat dengan lebih penuh kasih sayang? Berapa banyak waktu yang kita habiskan dalam tawa dengan teman kita dibandingkan dengan sodara-sodara kita? Dan lihat betapa jarangnya kita bertengkar dengan teman kita daripada dengan seorang adik di rumah yang menyebalkan. Lihat betapa mudahnya kita memberikan hadiah ulang tahun yang bermakna pada teman kita, memikirkannya dengan serius dan merancang kejutan yang sama sekali tidak pernah kita pikirkan untuk kakak kita ketika Ia berulang tahun. Lihat juga betapa kita tidak malu menjadi kekanak-kanakan bersama teman kita dibanding menghabiskan sedikit waktu bermain bersama adik kita yang cerewet dan menyebalkan itu.

Semua adalah karena kita tidak menemukan keluarga dalam keluarga.

Hidup dengan mudah mempertemukan kita dengan orang-orang menyenangkan, membuat kita merasa nyaman, memberikan tempat khusus bagi mereka bahkan melebihi seorang sahabat, tapi sayangnya kita tidak mudah menemukannya dalam sosok kakak atau adik yang padahal telah bertahun-tahun hidup di bawah satu atap dan menghabiskan masa kecil bersama. Kita menemukan keluarga di diri orang lain, pada orang yang mungkin baru kita temui 3 bulan yang lalu namun terlampau bersahaja pada waktu-waktu penting kita memerlukan seorang teman, apalagi pada mereka yang bertahun-tahun menjadi teman di kala susah dan senang, saling memahami dan menyemangati.

Yang terlewat bagi kita adalah berusaha menemukan sosok yang sama pada sodara kandung kita. Kita mungkin hanya menganggap mereka hanya sodara dari ayah dan ibu yang sama kemudian pernah menghabiskan masa kecil bersama dan terjalin ikatan bahwa kita adalah sodara, namun keakraban tidak ditemukan sebagaimana kita menemukan di diri orang lain yang menjadi sahabat kita. Perasaan seperti ini mungkin akan terus berlanjut dan sedikit demi sedikit membangun sikap diskriminatif, karena naluri manusia selalu ingin menjalin hubungan dengan orang yang membawa kenyamanan. Sedangkan sodara kita terkadang adalah sumber kekesalan yang membuat hari menjadi buruk.
Hubungan demikian sangat mungkin menyebabkan kasus seperti yang saya ceritakan di atas. Kita akan lebih menjadi individualis, kalaupun berbagi, kita berbagi pada mereka yang selalu membuat kita bahagia dan sayangnya seringkali bukan sodara kandung kita. Lambat laun dunia akan membuat kita seperti seorang congkak yang mementingkan dirinya sendiri meski sebenarnya tidak bermaksud demikian.

Saya pernah bersepakat bahwa salah satu hal menarik dari hidup adalah bahwa kita bisa menemukan keluarga di diri siapapun. Dan sayangnya kita menafsirkan kata ‘siapapun’ di sana adalah untuk mereka yang berada di luar. Padahal keluarga kandung kita juga memiliki hak yang sama pada kalimat tersebut. Kita lupa bahwa Tuhan telah memberikan kita bagian keluarga yang tidak mungkin memiliki sebutan ‘bekas’ di kemudian hari. Merekalah sodara kandung kita, di mana kita harus menemukan sosok keluarga di diri mereka dan menjadikan kita sebagai sosok keluarga bagi mereka.

Kesalahan yang diajarkan kehidupan adalah pada saat dewasa, ketika perlu teman untuk berkembang, hidup memberikan kita banyak pilihan orang-orang baik yang bisa kita jadikan keluarga. Namun kita terlampau mencintai mereka. Sebaliknya ketika masa kecil, hidup memberikan kita banyak pilihan orang-orang menyebalkan, dan sayangnya mereka adalah sodara kita, sodara yang kadang membuat kita disalahkan oleh orang tua karena membuatnya menangis padahal kita tidak salah sama sekali, sodara yang membuat kita tertegun iri ketika kasih sayang diberikan tidak adil dan mungkin saja sodara yang membuat kita dianggap kurang baik karena Ia selalu menjadi nomer satu dalam hal apapun.
Kita tidak menjadikan sodara kita teman yang baik hingga dewasa, padahal sebenarnya sodara kita itu pastinya juga memerlukan teman yang baik di masa yang sama. Kita harus menemukan keluarga dalam keluarga.

Bagaimana kita bisa menemukan keluarga di diri mereka hingga kata ‘keluarga’ bukanlah penghias hirarki biologis saja? Kita bisa memulainya dengan makan bersama dalam satu meja dan mulai menanyakan hal pribadi. Bagi saya pertanyaan “bagaimana kuliahmu...?” saja  dari seorang kakak sudah cukup membuat saya menceritakan panjang lebar mengenai masalah hidup saya, apalagi kalau mereka memberikan solusi sambil menunjukkan sikap peduli, hal demikian sudah jauh lebih dari cukup.

Satu hal paling penting adalah menyadari dan menyadarkan kepada sodara-sodara kita bahwa kita bisa menjadi teman yang baik, menjadi teman yang bisa diajak bicara, diskusi, tertawa, berbagi atau bahkan melakukan hal-hal gila. Lakukanlah ini justru ketika pada masa dewasa. Kita harus menjadi pribadi yang terbuka pada sodara kita sebagaimana kita membuka diri bagi orang lain di luar sana.

Kedua adalah menghilangkan gengsi, ajaklah adik atau kakak kita sesekali berkumpul dengan sahabat-sahabat kita. Atau sekedar mengajak mereka ke toko buku, belikan mereka sebuah buku. Ajak jalan-jalan, mendaki gunung, mengarungi sungai, memancing ke laut atau hal-hal menarik lainnya. Gengsi akan selalu mengajarkan kita bahwa mengajak teman akan jauh lebih menyenangkan dibanding mengajak sodara sendiri.

Memanfaatkan jarak adalah ide yang bagus, jadikan momen pertemuan menjadi langka dan berharga. Seringkali kita yang selalu bertengkar dan kesal dengan sodara kita akan berkurang kekesalan tersebut begitu lama tidak bertemu, bagaimanapun juga waktu bisa menghapuskan luka dan kerinduan pada sosok sodara tidak bisa dibohongi.

Kita masih punya modal kerinduan keakraban kita di masa kecil, meski tidak menjadi akrab karena kisah cinta dan hanya dijadikan akrab oleh serial detective conan, kerinduan yang tidak hanya menjadi modal bagi kita, tapi tentunya bagi sodara kita juga. Dengan itu, cukuplah kita tumbuhkan nuansa baru, menjadikan mereka sahabat dan akhirnya mengeluargakan keluarga.

Menjadi sodara tidak hanya masalah bantu membantu finansial, tetapi lebih kepada keterikatan emosional yang membuat kita merasakan tidak menjadi siapa-siapa ketika sodara kita juga bukan siapa-siapa. Ada banyak mereka yang membantu sodaranya dengan uang dengan maksud agar Ia bisa memperbaiki hidup namun disertai kedangkalan perasaan bahwa penting menjadi baik bersama dalam kasih sayang.

Pesan saya bagi sahabat-sahabat tercinta, bagi mereka yang punya sahabat, bagi mereka yang tidak sanggup memberikan keakraban yang sama pada sodaranya dan bagi mereka yang merasa memiliki keluarga yang tidak tepat kemudian memilih yang lain sebagai tempat berbagi kasih sayang; ada orang-orang yang telah disediakan Tuhan untuk menjadi keluarga, keluarga yang disediakan kesempatan bagi Tuhan untuk menjadi teman, teman yang disediakan Tuhan untuk menjadi sahabat; dan sahabat yang dipilihkan Tuhan menjadi sodara. Merekalah saudara kandung kita. Mari kita temukan keluarga di diri mereka.

Tentunya suatu saat yang kita inginkan adalah kita bisa bangga memiliki sodara seperti mereka dan mereka bisa bangga memiliki sodara seperti kita, sehingga keluarga kita menjadi keluarga yang patut dibanggakan.

Hilangkan bagian yang terlupakan ini.

Buyung A. S. (untuk sahabat-sahabat tercinta).

41 comments:

  1. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    ReplyDelete
  2. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    ReplyDelete
  4. aku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu

    ReplyDelete
  5. Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

    ReplyDelete
  6. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    ReplyDelete
  7. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  8. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  9. Tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.

    ReplyDelete
  10. saya pasti coba tipsnya yang sangat amazing

    ReplyDelete
  11. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  12. Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

    ReplyDelete
  13. Cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  14. Saya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  15. Artikel Menarik terutama Infonya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  16. Saya senang setelah membaca Tips dan Artikelnya, harus dicoba.Semoga berhasil

    ReplyDelete
  17. Info dan Tulisannya Amazing, boeh dicoba. Sukses selalu

    ReplyDelete
  18. Tipsnya sangat Infomatif, wajib dicoba salam sukses

    ReplyDelete
  19. Terimakasih Banyak Tips dan Artikelnya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  20. Terimakasih Artikelnya bermanfaat dan Infonya menambah Ilmu pengetahuan. Harus dicoba. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  21. Saat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu

    ReplyDelete
  22. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  23. Wibesite yang menarik di dalamnya banyak Artikel dan Tips yang mengandung Ilmu Pengetahuan, Harus dicoba.Terimakasih

    ReplyDelete
  24. Saya senang membaca Info dan Artikel yang di buat di Wibesite ini. Patut dicoba. Salam Sukses selalu.

    ReplyDelete
  25. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  26. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  27. Postingan yang sangat Hebat, Tips boleh dicoba.salam sukses

    ReplyDelete
  28. Artikel yang bermanfaat dan berguna, wajib di coba. sukses selalu

    ReplyDelete
  29. Ilmu yang sangat Hebat, boleh dicoba Artikel dan Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  30. Artikel yang benar benar sangat infomantif dan Kreatif. boleh dicoba, sukses selalu

    ReplyDelete
  31. Baru kali ini saya membaca Artikel yang sangat membangun. Boleh dicoba

    ReplyDelete
  32. wah bagus sekali infonya pasti say akan coba sekarang juga, sukses yah

    ReplyDelete
  33. Tipsnya boleh dicoba, Artikelnya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  34. Terimaksih untuk info yang sangat efektif, boleh dicoba.

    ReplyDelete
  35. Terimaksih untuk Info yang sangat Amazing, boleh dicoba.

    ReplyDelete
  36. Thanks for such a knowledgeable post. All the points are very clearly defined. Whole work is appreciable.

    ReplyDelete
  37. Very fantastic and well-written post.

    ReplyDelete
  38. Thanks for sharing this great post with us.

    ReplyDelete

Thanks for visiting Teplok, It's a pleasure for us if you leave your comment here, we suggest you to use english when commenting. This will take us better and keep the ads work, thanks friend! we'll light you as we can...

We'll deliver you Good news by Entering your email address

here:

Delivered by FeedBurner