Showing posts with label Psikologis. Show all posts
Showing posts with label Psikologis. Show all posts

Sunday, August 26, 2012

MEMILIH PERJUANGAN (Part 1)

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Pernah suatu ketika saya mengupdate status  tersebut melalui sebuah akun organisasi dalam rangka memperingati hari 17 Agustus tahun lalu. Kemudian datanglah komentar miring yang menyindir-nyindir negeri tempat kita berpijak ini. Tidak hanya tahun lalu, sebagai facebooker saya juga sering memantau beranda dan alhasil mendapati banyak komentar sinis mengenai kemerdekaan Indonesia tahun ini, komentar tersebut rata-rata berasal dari anak muda. Berasal dari mereka yang dulu waktu kecil merayakan HUT kemerdekaan dengan mengikuti lomba-lomba tujuhbelasan dengan penuh semangat, berasal dari mereka yang dulu mungkin saja mantan-mantan paskibra, pemimpin upacara, paduan suara atau sekedar peserta upacara tujuhbelasan dan mengikutinya dengan khidmat di masa dulu. Ternyata semakin dewasa dan semakin banyak tahu seseorang, maka akan semakin kurang Ia memaknai sebuah perjuangan, seperti lirik lagu Epica berjudul Sensorium “the more we learn is the less we get

Saturday, May 23, 2009

Apakah anda pengidap penyakit online???

Jakarta, Paling tidak ada delapan penyakit yang bisa langsung dikaitkan dengan kebiasaan seseorang di internet. Seperti apa gejala-gejalanya?

Menurut mingguan New Scientist, terdapat paling tidak delapan jenis penyakit psikologis yang bisa menghinggapi pengguna internet saat ini. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (20/12/2006), penyakit-penyakit tersebut adalah:

Egosurfing: Terobsesi dengan reputasi diri di internet, sedemikian hingga kebanyakan waktu online penderita dihabiskan untuk melakukan pencarian namanya sendiri di situs seperti Google atau Yahoo. Penderita juga kerap mencek ranking di Technorati.

Blogsibisionis: Penderita terlalu gemar menampilkan informasi pribadinya via blog atau situs pertemanan. Bahkan informasi-informasi yang akan lebih baik jika tidak diketahui oleh orang lain.

Gilaberry: Biasanya menimpa level pimpinan di sebuah perusahaan. Gejalanya adalah tidak bisa melewati satu detik pun tanpa mencek e-mail di perangkat genggam Blackberry-nya. Jika sudah parah, penderita akan mencek e-mail bahkan di saat-saat genting, misalnya ketika gempa.

Detektif Google: Melakukan pencarian pada Google untuk menyelidiki teman lama, cinta pertama, mantan pacar, atau sekadar gebetan.

Cyberkondria: Setelah melakukan riset di internet mengenai gejala-gejala penyakit tertentu, atau menerima e-mail mengenai penyakit tertentu, penderita akan merasa dirinya menderita sakit tersebut.

Photolurking: Gemar melihat-lihat foto dari album online milik seseorang yang tidak dikenalnya.

Wikipediholik: Sangat berdedikasi untuk mengisi dan menyunting situs ensiklopedia kolaboratif Wikipedia. Anda takut terkena penyakit ini? Coba cek di sini

Cheesepodding: Gemar mengunduh lagu yang cheesy ('norak', basi atau ketinggalan jaman). Misalnya, lagu-lagu dari era 70-an. (wsh/wsh)
Sumber : Detik.com

10 Syndrom Penyakit Aneh Dunia

Di dunia ini memang menyebar banyak sekali penyakit, sindrom atau kelainan. Beberapa diantaranya, amat tidak lazim dan aneh. Kebanyakan penyakit dan sindrom ini disebabkan karena faktor psikologis. Penyakit, sindrom dan kelainan ini dapat saja diderita oleh kerabat dan teman kita. Dengan mengenal penyakit dan sindrom ini, kita dapat menyarankan kepada mereka untuk melakukan pengobatan atau konsultasi.

1. Trichotillomania :
Merupakan kelainan kontrol impuls. Penderita kelainan ini terdorong untuk mencabuti rambut yang tumbuh di tubuhnya sendiri. Misalnya, rambut pada kepala, hidung, ketiak atau kaki . Kelainan ini disebabkan karena kelainan serotonin dan dopamine pada otak. Penderita kelainan ini tidak menyadari apa yang mereka lakukan sehingga, kelainan ini dapat dikurangi dengan melakukan pelatihan perilaku (Habit Reversal Training ).

2. Cotard's Syndrome:
Penderita sindrom ini sering merasa bahwa dirinya telah meninggal dunia atau pada dasarnya tidak tercipta di dunia ini. Penderita sindrom ini juga dapat saja merasakan bahwa ia sedang kehilangan darah atau organ-organ dalam tubuhnya. Cotard's Syndrome adalah salah satu kelainan neuropsychiatric yang langka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, sindrom ini dapat muncul akibat menderita depresi. Sindrom ini diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu, Jules Cotard. Pada tahun 1880, Jules Cotard mengangkat kasus dari salah seorang pasiennya, yang mengingkari sebagian anggota tubuhnya (misalnya, ia mengaku bahwa ia tidak mengenal anggota tubuh yang disebut dengan tanga) dan mengklaim bahwa dirinya tidak butuh makan.

3. Kleptomania:
Kelainan ini cukup populer di Indonesia. Penyakit ini muncul akibat kelainan serotonin pada otak. Penderita penyakit ini umumnya wanita. Penderita penyakit ini sulit mengendalikan diri untuk tidak mengambil barang miliki orang lain atau dari toko. Tetapi penderita penyakit ini bisa dibedakan dari pencuri biasa karena, barang-barang yang diambilnya adalah barang-barang yang tidak berharga seperti, penjepit kertas, tisu, peniti dll (kalo ngambilnya HP sih emang maling, hajar ajahhhhh hehehehe....). Kelainan ini dapat diobati dengan melakukan Cognitive-behavioral therapy.

4. Stendhal Syndrome:
Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala, jantung berdebar-debar dan halusinasi saat melihat benda-benda seni (terutama yang bagus dan besar). Nama penyakit ini diambil dari nama seorang penulis Perancis pada abd ke 19. Dalam bukunya yang berjudul "Naples and Florence: A Journey from Milan to Reggio", Stendhal mengungkapkan pengalamannya saat melihat benda-benda seni di Florence. Penyakit ini diteliti pertama kali oleh psikiatris Italia, Graziella Magherini, pada tahun 1979. Ia mengamati 100 orang turis asing yang mengalami gejala yang sama dengan Stendhal saat mengunjungi Florence.

5. Exploding Head Syndrome:
Penderita kelainan ini merasakan munculnya suara keras atau ledakan dari dalam kepalanya. Perasaan ini dapat menimbulkan ketakutan atau membuat penderitanya kehilangan kesadaran. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh wanita. Walapun belum diketahui penyebabnya, penyakit ini diduga muncul akibat stress dan kelelahan.

6. Capgras Delusion:
Penyakit ini menyebabkan penderitanya merasa bahwa beberapa anggota keluarganya telah digantikan oleh orang lain yang menyerupai mereka. Gejala ini umum dijumpai pada penderita schizophrenia, pengguna narkoba, mantan penderita stoke atau orang yang pernah mengalami cedera otak. Penyakit ini membuat penderita enggan untuk bergaul dengan anggota keluarga yang dicurigainya. Penyakit ini pertama kali diamati oleh Joseph Capgras dan Reboul-Lachaux pada tahun 1923.

7. Pica:
Penyakit ini mendorong penderitanya untuk memakan barang-barang yang umumnya tidak dianggap makanan misalnya tanah, baru, kapur, kertas, korek api dll. Penderita pica juga terdorong untuk mengkonsumsi bahan-bahan pembuat makanan yang masih mentah misalnya tepung, bawang mentah dll. Sejumlah ahli menduga bahwa, Pica disebabkan karena kekurangan mineral tertentu tetapi, dugaan ini belum dapat dibuktikan secara kuat.

8. Genital Retraction Syndrome:
Sindrom ini menyebabkan penderitanya menjadi panik. Pria penderita penyakit ini merasa bahwa penisnya menyusut hingga akhirnya menghilang karena masuk ke dalam pinggulnya. Wanita penderita sindrom ini akan merasa bahwa payudaranya mengecil dan berangsur-angsur menjadi rata. Beberapa penderita bahkan merasa bahwa dirinya telah menjadi korban guna-guna, atau tenung.

9.Stockholm syndrome:
sindrom ini biasa di derita oleh para korban penyanderaan. Ketimbang dendam terhadap penyandera, si korban malah bersikap loyal terhadap penyandera. Para mengalami ikatan emosional dengan para penyandera dan kerap berusaha melindungi penyandera dari sergapan aparat. Sindrom ini juga kerap diderita oleh para korban pemerkosaan, penculikan atau anak korban kekerasan seksual. Sindrom ini pertama kali di amati pada para koban penyanderaan di sebuah bank di Stockholm, Swedia, pada tahun 1973. Setelah enam hari disandera, para korban malah berbalik membela para penyanderanya.

10.Jerusalem Syndrome:
Sindrom ini adalah salah satu jenis religious psychosis yang muncul setelah mengunjungi Jerussalem. Penderita sindrom ini merasa bahwa dirinya adalah seorang nabi yang diutus oleh tuhan. Akibatnya, mereka berusaha mendakwahkan ajaran-ajaran mereka yang diklaim berasal dari tuhan. Mereka sering menuduh orang lain sebagai pendosa yang harus melakukan pertobatan dengan tuntunan mereka. Sindrom ini biasanya muncul setelah beberapa minggu meninggalkan Jerusalem. Wah, sindrom ini penting nih untuk diketahui sama aparat berwenang karena, bisa saja para penyebar aliran sesat di Indonesia menderita sindrom serupa.

Diambil dari : http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?p=83725

Apa itu Depersonalisasi???

Sempat menonton sebentar film berjuul Numb, yang tokoh utamanya seorang penderita gangguan depersonalisasi. Ia terlihat melamun terus dan tak memiliki gairah hidup sama sekali. Semenjak nonton film itu saya jadi pengen tahu apa sih depersonalisasi itu.

Ternyata setelah tanya-tanya mbah google begini katanya:

"Gangguan depersonalisasi ditandai dengan perasaan terpisah yang lama atau berulang dari tubuh atau proses mental seseorang (depersonalisasi) dan oleh perasaan di luar peninjau pada kehidupan seseorang.

Gejala pada depersonalisasi adalah gejala psikologi ketiga yang paling sering terjadi (setelah perasaan gelisah dan perasaan depresi) dan seringkali terjadi setelah seseorang mengalami bahaya yang mengancam nyawa, seperti kecelakaan, penyerangan, atau penyakit atau luka serius. Gangguan depersonalisasi tidak dipelajari secara luas, dan penyebab dan kejadiannya pada masyarakat tidak diketahui."

Hmm... sama kasusnya kayak caleg-caleg yang gagal yah... hehehe
Dulu saya pikir depersonalisasi ini gangguan konsentrasi, terus terang saya mengalami gangguan pada berkonsentrasi. Sulit sekali rasanya berkonsentrasi, belajarpun demikian... dan akhirnya saya jadi pelupa... hahahaa, tapi ternyata bukan depersonalisasi, baguslah kalau begitu.

The Secret

Dulu, sesuatu menggiringku ke keinginan untuk memiliki sebuah buku. Buku berjudul "The Secret" yang sangat membuat penasaran. Orang-orang terdekat ku yang pernah membacanya menceritakan hal-hal luar biasa tentang hidup, bahwa segala sesuatu bertingkah seperti apa yang kita inginkan. Banyak orang yang telah membaca buku ini dan beberapa merahasiakannya dariku, kata mereka belum saatnya aku membaca buku ini.

Di suatu siang, tepat di Hari Raya Idul Fitri tahun 2007, dengan uang sebesar Rp. 50.000 pemberian dari keluarga, aku berangkat menuju toko buku di sebuah mall di kotaku. Toko buku ini tetap buka walaupun pada hari besar seperti itu. Segera setelah masuk ke dalam toko buku kucari buku "the secret", tak sabar rasanya ingin membacanya. Singkat cerita akupun menghabiskan uangku dengan membeli buku tersebut dan bergegas membukanya dengan penuh rasa penasaran. Saat pertama kali membuka dan membaca halaman bagian depannya, aku benar-benar tidak mengerti sampai akhirnya kutelusuri halaman demi halaman dan kutemui sesuatu yang otakku pun setuju akan teorinya.

"Hukum Tarik-menarik". Inilah yang disebut sebagai "rahasia" dalam buku The Secret karangan Rhonda Bryne ini. Hukum ini menyatakan bahwa kesamaan akan menarik kesamaan dan berlaku setiap saat, entah kita inginkan ataupun tidak, hukum ini tetap berjalan. Analoginya misalnya seorang yang kaya tidak mungkin akan menjadi kaya kalau dia terus-menerus memikirkan tentang kemiskinan, artinya dia menarik kekayaan dengan terus-menerus memikirkan kekayaan. Sebaliknya dengan orang miskin, Ia tidak akan kaya sampai ia berhenti memikirkan kemiskinannya.

Aku sendiri sangat respek dengan buku ini dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan, namun terasa seperti ada kekosongan, pengaplikasian yang tak berarti bagiku sampai akhirnya aku mempelajari tentang ilmu ikhlas, tsawuf, dan jenis ilmu lainnya. Yah, sedikit banyak ku dapat mengerti apa itu iklas & syukur, dan akhirnya aku tahu bahwa ikhlas & syukur merupakan hal yang paling penting dalam hidup. Ini jugalah yang ditekankan dalam buku The Secret. bagi anda yang membaca buku ini jangan sampai salah mengartikan bahwa kitalah "Tuhan" itu, karena sebenarnya kitalah yang tiada...

Download ebooknya disini

We'll deliver you Good news by Entering your email address

here:

Delivered by FeedBurner